BEAT THOSE TALENTED PEOPLE!

Bakat yang Gue maksud di sini adalah kemampuan alami yang dimiliki seseorang. Nah, berhubung diskusi di sana itu kebanyakan pada menyatakan (dengan tanda seru) bahwa nggak ada yang namanya bakat, so, Gue mesti langsung unfollow perbincangan tersebut. Coz, mau dikasih tau apapun alasannya, Gue percaya bakat itu ada.
Terus gimana sama kalian? Kalo kalian percaya akan keberadaan bakat, kalian boleh lanjut baca postingan Gue ini, tapi kalo kalian nggak percaya sama adanya bakat, silakan baca juga biar kalian ngerubah pemikiran kalian. Eaaa, intinya mah baca aja ye! Ini beneran hal yang penting kok buat diri kita yang merasa nggak berbakat atau belum nemuin bakatnya ataupun bagi orang yang memang udah berbakat biar lebih keren lagi.
Sebenernya, kita mesti paham dulu nih tentang apa yang dimaksud dengan bakat. Menurut Gue, bakat itu adalah kemampuan alami yang dimiliki oleh setiap orang pada suatu bidang tertentu. Yak! Semua orang itu punya bakat. Cuma bedanya ada orang yang berhasil menyadari di mana letak bakatnya, ada juga yang ngga tau sama sekali.
Pastinya bukan cuma Gue yang pernah ketemu orang yang bisa melakukan sesuatu dengan keren secara instan. Misalnya, orang yang belum pernah menggambar, kita paksa dia buat ngegambar, dan ternyata hasilnya sangat mencengangkan. Bisa dipastiin orang tersebut berbakat dalam menggambar, cuman selama ini dia nggak sadar. Ada juga orang yang ngga pernah latihan vokal, mendadak bisa bawain lagu dengan bagus dan penuh penghayatan. Nah, yang ini bisa dipastiin kalo dia punya bakat nyanyi. Gimana dengan kalian?
Kalo ketemu sama orang-orang macem mereka yang berbakat itu, biasanya ada dua kemungkinan buat diri kita:
- Semangat kita jadi terpacu, nggak mau kalah sama orang tersebut.
- Jadi minder and ngerasa nggak mampu buat menandingi orang tersebut, terlebih kalo kalian udah bertahun-tahun mendalami bidang tersebut, sedangkan kemampuan orang itu bisa setingkat kalian hanya dalam hitungan detik. Beuh, makin kacau pasti pikiran kalian.
Berdasar apa yang Gue amatin selama ini, biasanya orang bakalan cenderung seperti poin nomor dua pas ketemu sama orang-orang berbakat di bidang yang tengah kalian gelutin. Wah, kalo yang begini sebetulnya bahaya banget loh. Makanya lewat postingan ini, Gue mau ajak kalian semua yang pernah merasa begitu supaya lebih percaya diri lagi. You can beat those talented people, Guys! Believe me! Nah, terus gimana cara ngalahin mereka? Pertama-tama kita mesti kenalin dulu sifat yang seringkali dimiliki sama orang berbakat.
- Over-Confidence
Yak, ini emang betul. Kebanyakan orang yang sadar punya bakat dibidang yang lagi dia gelutin bakalan ngerasa percaya diri. Bahkan, kalo orang-orang di sekitarnya punya kemampuan yang jauh di bawahnya, bisa jadi malah terlalu percaya diri. Percaya diri aja udah bagus kok, tapi yang namanya terlalu percaya diri? Wah, jangan deh. Yang ada lama-lama jadi nggak disenengin orang di sekitarnya. Bisa juga jadi malu to the max kalo suatu saat mengalami kekalahan. Eh, by the way yang namanya over-confidence itu beda sama sombong yah. Kalo over-confidence itu maksudnya terlalu yakin bakalan selalu berhasil, sampai-sampai dia ngga tau kapan sebaiknya dia mundur. - Sombong
Nah, ini dia. Saking ngerasa dia yang paling jago, akhirnya jadi sombong deh. Biasanya kesombongan ini bisa diliat dari cara mereka bertutur kata. Sombong itu ngga bisa secara pasti dideteksi dari tulisan, tapi harus mendengar langsung nada mereka dalam berbicara. Orang yang sombong punya kesan selalu merendahkan dan meremehkan lawan bicaranya. Terlebih kalo pembicaraannya lagi nyinggung topik tentang bidang yang lagi dia gelutin. - Lalai
Kalo yang ini biasanya turunan dari sifat sombongnya. Dia merasa berbakat, sehingga merasa males buat mengembangkannya. Toh, udah jago, ngapain juga berlelah-lelah ngerjain hal yang dia udah jago. Pemikiran seperti ini betul-betul salah, Guys! Kalo nemu orang berbakat yang lalai, tinggal ngitung waktu aja sampe mereka kebanting ke tanah. Semua yang dia banggain bakalan hilang dari diri dia dengan sendirinya. - Gampang Bosan (Moody)
Di dunia kerja, setiap perusahaan bakal menimbangkan banget-banget calon karyawannya yang pinter, cerdas, ber-IPK 4,00 tapi punya sifat yang moody. Moody itu gampang bosen, atau cuma mau ngerjain apa yang seharusnya dia kerjain dengan situasi dan kondisi tertentu yang sebetulnya jarang banget didapetin. Orang berbakat biasanya moody. Kenapa? Karena mereka merasa udah mampu, sehingga mereka menganggap bidang tersebut bukan tantangan bagi mereka, dan mereka bakalan merasa bosan, dan akhirnya memikirkan untuk mencari bidang yang lain. - Pelit Ilmu
Wuhuu, inilah sifat yang sebetulnya paling banyak dimiliki sama orang berbakat. Entah maksudnya nggak mau bikin orang lain ngalahin kemampuan dia nantinya, atau sekedar males buat sharing ilmu. Intinya, sifat seperti ini betul-betul merugikan dirinya sendiri. Padahal kita semua tau kalo semakin sering kita sharing ilmu, semakin bertambah juga pengetahuan dan kemampuan kita.
Nah, itu beberapa kelemahan yang dimiliki sama orang berbakat, baik disadari oleh dirinya sendiri, maupun sama sekali nggak disadari. Minimal salah satu dari lima sifat di atas pasti ada yang nempel di dalam dirinya. Berarti, kekuatan apa yang bisa mengalahkan mereka? Kalian semua pasti udah pada tau dong. Jawabannya cuma satu. KERJA KERAS dan SEMANGAT untuk maju.
Kalo Gue gambarin pake garis-garis grafik, perbandingan antara orang biasa yang bekerja keras dengan orang yang berbakat dan memiliki salah satu dari sifat di atas adalah sebagai berikut:
Yak, orang berbakat biasanya bisa melakukan sesuatu beberapa level lebih tinggi daripada orang biasa secara instan. Tapi, coba kalian liat grafik di atas, pada awalnya orang berbakat bakalan meningkatkan kemampuannya, tapi berhubung dia lalai, akhirnya peningkatan kemampuannya terasa lambat sekali. Mereka ngga sadar ada orang yang dia anggap biasa lagi membayang-bayangi dia dari bawah.
Berikutnya, orang berbakat akan mencapai titik di mana dia merasa malas untuk mengembangkan kemampuannya lagi. Entah karena bosan, atau hal-hal lainnya. Sementara itu orang biasa yang tengah bekerja keras semakin membayanginya.
Akhirnya, setelah lama nggak diasah, kemampuan orang berbakat ini akan perlahan-lahan menurun, hingga akhirnya si pekerja keras ini berhasil menyamai kemampuannya. Di sini, orang berbakat yang semula over-confidence and sombong, bakalan merasa stress, dan membawanya jauh lebih terpuruk lagi. Sementara itu, si pekerja keras semakin meningkatkan kemampuannya dan berada di level yang semakin tinggi.
Tapi, tetep yah, biarpun semakin menurun, orang berbakat nggak bakalan kehilangan kemampuannya 100% (hingga ke titik 0) karena, orang berbakat biasanya cepat belajar buat bisa menanjak naik kembali bila suatu saat mereka menyadari kesalahan yang telah mereka lakuin. Sedangkan si pekerja keras? Ngga ada kata turun kemampuan kalo sudah berada di tingkat yang tinggi. Kerasa kan kekuatan dari kerja keras and semangat ini?
Tapi, tetep yah, biarpun semakin menurun, orang berbakat nggak bakalan kehilangan kemampuannya 100% (hingga ke titik 0) karena, orang berbakat biasanya cepat belajar buat bisa menanjak naik kembali bila suatu saat mereka menyadari kesalahan yang telah mereka lakuin. Sedangkan si pekerja keras? Ngga ada kata turun kemampuan kalo sudah berada di tingkat yang tinggi. Kerasa kan kekuatan dari kerja keras and semangat ini?
So, tetep semangat and kerja keras yah walaupun saat ini kalian lagi tenggelam di dalam suatu bidang yang kalian rasa nggak mampu buat kalian jalanin. Dengan kerja keras, akan membawa perubahan. Kalian yang tadinya ngga bisa, bakalan jadi bisa, yang tadinya ngga berani, jadi berani. Dan akhirnya bakalan tiba waktu di mana kalian akan merasakan keseruan berada di bidang tersebut.
Kemungkinan Gue bakalan bahas tips-tips yang bisa kalian lakuin untuk menemukan bakat terpendam kalian. Tapi itu nanti aja yah. Coz, udah kepanjangan. Sampe di sini dulu postingan Gue kali ini. Jangan lupa buat ikutin terus update-an di blog Gue ini yah. Let's beat those talented people! Be confident, and take them down!
nah itu dia Glen, kalo uda nemu orang beginian, suka "waaaaaaaaaaahhhh" sendiri lyt nya -_-
ReplyDeleteJangan cuma Waaaah... ayo bikin dia yang teriak waaaaaaaaaah ke dikau... :D
DeleteHmmmm. Ngomong2 soal bakat, saya juga sering ngeliat orang2 di sekitar. kbnyakan dari mereka tuh sebenernya punya yg namanya "bakat" itu. tapi yaaa, kbnyakan dari mereka beranggapannya bakat mereka itu bukan "bakat" yg "sebenarnya". mereka beranggapan itu cuma sebuah kebetulan yg orang lain pun pasti bisa ngelakuinnya. selain itu, orang lain (di sekitarnya) emg kurang mengapresiasi bakat dia. jadi gitu deh, bakat yg luar biasa itu pun akhirnya hilang (ga hilang sih, cuma mungkin diabaikan]
ReplyDeleteNah, kalo ini kasus orang yang berbakat tapi ngga sadar... Jadinya, postingan di atas nggak pas kalo dibandingin sama mereka ini. Nanti Gue coba posting tentang tips-tips menemukan bakat... :D
Deletenice share bang Glen, setuju. setelah baca ini jadi ngerasa ada kekuatan dan semangat lagi. :)
ReplyDeleteaku emang nyadar jadi orang moody, bosenan. sering mencoba hal2 baru. tapi itulah masalahnya, jadi bingung mana yang emang harus ditekunin dan diseriusin. kadang juga bimbang ceilah bahasanya, mana bakat ku? apa sebenernya bakatku? pernah mikir apa udah terpendam jadi jasad renik gak bisa digali lagi? -_-. dan bener bang emang pernah minder liat orang yang sama bidang nya kayak yg aku lagi gelutin, tp dia udah expert bgt. jadi gak PD hehe.
kuncinya harus belajar dan terus belajar lagi, semangat dan kerja keras!(งˆヮˆ)ง
makasi bang, jadi termotivasi :D
Hahaha... Ternyata beneran bisa memotivasi, what a relief... :D Thanks ya udah berkunjung... :)
Deleteselama saya sekolah di bidang saya, selalu ditekankan bakat yang diperlukan itu cuma 1% sisanya passion, usaha dan kerja keras untuk bisa bertahan di bidang ini.
ReplyDeleteterbukti :)
jadi aku g terlalu peduli dengan orang yang berbakat, yang membuat saya kagum selama ini adalah dengan orang2 yang selalu menunjukkan dedikasinya
Setuju! :)
DeleteSetuju... coba liat grafik yg Gue buat deh... yang bedain antara yg punya bakat dengan yg biasa aja adalah STARTING POINT nya... :)
Deletetapi banyak juga tuh orang talented yang tetep rendah hati, grafiknya malah gak bisa disentuh oleh orang kebanyakan...
ReplyDelete^^
Ngga banyak kok... Percayalah... :)
DeleteWell, aku setuju dgn postingan ini. Tapi ada satu pertanyaan, setiap orang tentu akan berada pada satu titik jenuh, kan? Lalu, gimana akan mengatasinya? Ini bukan moody loh :)
ReplyDeleteNice question! Gue bakal jawab lewat postingan lain waktu ye... :)
Deletetentang orang yang punya semangat lebih itu umpamanya kayak di film negeri 5 menara, waktu si ustad motong kayu pake golok tumpul di depan kelas. walupun tumpul (baca: tidak berabakat) kalo bersungguh-sungguh dia pasti dapet. yang tajem, kalo ga digunain malah berkarat entar. intinya man jadda wajadda.
ReplyDeleteSetuju gue sama ini... :)
DeleteMan jadda wajadda... :D
Setuju. Orang yang memiliki bakat akan kalah dengan orang yang rajin - Pandji. :)
ReplyDeleteBetul itu... So, kenapa harus takut mencoba sesuatu yg baru?
Delete*nanya ke orang yg ngga berani nyoba*
Great post bos.
ReplyDeleteJadi ingat quote nya siapaaa gitu, "skill itu terdiri 1% bakat dan 99% usaha."
:)
Yap, ini bener banget... :)
DeleteThanks ya brow udah berkunjung... :)
Kalo yang moodnya naek turun pegimana ya cara ngatasinnye -__-
ReplyDeleteItu sih ngga ada hubungannya sama postingan kali ini. Nanti deh Gue buat postingan khusus ttg ini yah... :D
Deletesalam kenal,
ReplyDeletesaya tadinya sudah menulis bakat itu 1% dan 99% adalah kerja keras (tanpa melihat postingan diatas udah ada yang nulis duluan). You are here because you determination and hardworking...
gue lagi kena sindrom moody niihh kalo lagi pengen nulis... hahahha....
Deletekalo menurut Gue malah untuk sukses itu ngga butuh bakat kok... Cukup kerja keras dan semangat... Bakat hanyalah "starting poin" <-- lebih cepat belajar.
DeleteNyatanya orang yg terus kerja keras lama2 juga bisa sukses...
@Nuel : Brarti dikau berbakat nulis... :V
AKU BERBAKAT BANG!!! BAKAT MAKAN SAMA NGUPIL =.=
ReplyDeletebaca postingan ini makin bertanya-tanya, bakat ku apa huaaaa
Lah itu barusan katanya bakat makan sama ngupil? :D
DeleteBakat. Ga semua orang menyadari bakatnya sendiri. Tapi, kalau kita punya temen yang bakatnya "lebih" dari kita, kita terkadang ngerasa minder dengan bakat temen kita. Padahal sebenernya kita punya bakat yg lebih dari dia.
ReplyDeleteKalo punya temen yg jelas berbakat, kalahkan dia dengan kerja lebih giat dan usaha yg lebih mantap... :D
DeleteNice share friend
ReplyDeleteThanks... :D
DeleteDari artikel diatas saya dapat menyimpulkan bahwa
ReplyDeleteBakat itu memang ada, akan tetapi bakat itu juga bisa diadakan.
Nope, kalo melihat arti kata bakat sendiri, bakat itu anugerah alami yang udah diberikan kepada kita sejak lahir. Jadi, kalo ada orang yang punya jam terbang banyak, usaha yang keras, dan dia jadi jago banget, bukan karena bakatnya muncul akibat kerja keras itu sendiri... tapi dia jadi jago murni karena usaha yg udah dia lakukan... :D
DeleteProfesional adalah mereka yg udah punya 1000 jam kerja di bidang tertentu... :)
postingnya emang keren ,emang bener bangkit dari zero to hero
ReplyDeletefollow me .salam kenal