CREATIVE SOCIETY

Tuesday, August 19, 2014

MENGISI KEMERDEKAAN INDONESIA ALA BLOGGER


Guys, kemarin tepatnya tanggal 17 Agustus 2014, kita--rakyat Indonesia--memperingati (inget yak, memperingati, bukan merayakan!) Hari Kemerdekaan negara yang ke-69. Terus kenapah gitu?

Gue cuma mau ngingetin aja ke semua orang, udah 69 tahun negara kita tercinta ini berstatuskan merdeka, tapi masih kelihatan begini aja. Kalo yang namanya umur kan katanya 50 tahun itu masa keemasan banget buat siapa pun, dan punya arti spesial yang seharusnya berada dalam keadaan tenang, sangat sejahtera, dan makmur. Harusnya negara ini juga begitu, tapi sayangnya kita terlambat 19 tahun. Terlambat berkembang sampai ke titik di mana seharusnya negara ini terlihat luar biasa di mata dunia.

69 tahun dengan status merdeka. Apa negara kita ini bener-bener udah merdeka? Guys, kemerdekaan itu kan artinya negara kita sanggup mandiri, nggak mudah terpengaruh oleh budaya luar, dengan kata lain seharusnya sebagai warga negara Indonesia yang peduli terhadap kemerdekaan bisa lebih mencintai produk dalam negeri, turut serta dalam proses pembangunan nasional, dan nggak mudah terpengaruh sama budaya asing. Apa kalian semua udah melakukannya?

Kalo dari apa yang tampak di media sekarang, gue bisa bilang kalo bangsa kita belum sepenuhnya merdeka. Banyak warga negara Indonesia yang lebih bangga memakai produk-produk mahal impor. Menjadikan produk-produk mahal itu sebagai pendukung status sosial. Akhirnya orang-orang kaya berbondong-bondong belanja ke luar negeri untuk meningkatkan gengsi. Mereka nggak tau kalo sebetulnya sering benda-benda yang mereka beli secara impor kebanyakan bahan dasarnya dari dalam negeri sendiri. Yap, bahan dasar produk itu (bahkan merk-merk terkenal dan mahal) sering mengambil dari Indonesia dengan harga murah, terus mereka olah jadi produk yang lebih bagus dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih mahal. Jadi, apa yang kurang? Tenaga pengolah berkualitas. Nah, kalo memang peduli sama bangsa ini, seharusnya yang punya kemampuan mengolah mendedikasikan dirinya dalam pengembangan produk dalam negeri. Tentu sebaiknya dengan harga yang lebih murah, biar banyak yang berminat membelinya.

Bagaimana dengan pembangunan nasional itu sendiri? Kalo dari sektor industri kreatif, sebetulnya bangsa kita ini pelan-pelan mulai nunjukin cakarnya bahkan sampe ke dunia internasional. Tapi gimana dengan dengan pembangunan di sektor lain? Yang paling tampak mungkin kinerja pemerintah dalam membangun bangsa ini. Banyaknya kasus korupsi yang terkuak, kasus suap, dan pencucian uang di negera kita ini menandakan masih banyak pejabat negara yang nggak peduli sama kemajuan bangsanya. Mereka mengambil kesempatan dan memakai uang rakyat demi kepentingan individu dan golongan saja. Lantas menurut gue, fenomena ini menandakan kalo bangsa kita belum benar-benar merdeka. Tapi dijajah sama saudara sendiri.

Nah, masalah terakhir adalah seharusnya kita sebagai warga negara yang menghargai kemerdekaan negara bisa lebih pintar dan cerdas lagi menyortir kebudayaan luar yang masuk ke dalam negeri. Mari contoh Jepang. Negara yang sekarang udah bisa dibilang negara maju itu sekalipun banyak dilintasin budaya luar negeri, mereka tetap menjunjung tinggi budaya nenek moyang mereka. Hasilnya? Coba liat deh, lagu-lagu Jepang berhasil menembus pasaran dunia bahkan mereka nggak perlu repot-repot nyanyi dalam bahasa Inggris. Banyak orang luar negeri jadi penasaran sama budaya Jepang, pengen ikutan festivalnya, makan makanan uniknya, dan lain sebagainya. Bahkan Kimono disukai banyak orang. Menyusul Jepang adalah China dan Korea yang juga berhasil menunjukkan cakarnya. Bisa diliat pengaruh IDOL Group, boyband dan girlband yang semakin menjamur bahkan negara kita dengan bangganya meniru-niru hal tersebut.

Kenapa ngga bikin identitas sendiri? Kenapa malah bangga dengan ikut-ikutan negara lain yang sukses? Ini perlu dipertanyakan. Banyak warga negara ngakunya cinta Indonesia, tapi wawasan nasionalnya cetek. Ada yang ngaku cinta Indonesia, tapi cuma keliatan semangatnya di bangku suporter pas pertandingan sepakbola. Seharusnya ini dijadikan cermin diri. Kalo menghargai kemerdekaan, apa sih yang udah kalian lakukan?

"Mengisi kemerdekaan demi kemajuan bangsa, sesuai dengan profesinya masing-masing.". Percaya atau nggak, gue justru denger kalimat itu pas kemarin Jum'at di acara Khotbah Jum'at. Ustadz-nya bilang gitu, dan memang itu memberi gue sedikit tamparan dan inspirasi dalam nulis artikel ini. Apa yang bisa dilakukan pelajar dalam membangun bangsa? BELAJAR! Jadi orang cerdas, pintar, banyak wawasan, dan kemudian lanjut ke karir, jadi orang keren berkemampuan tinggi dan mulai membangun dengan ide-ide cemerlangnya. Apa yang bisa dilakukan guru? Mengajar ikhlas tanpa pamrih. Mari kembalikan ungkapan "Pahlawan tanpa tanda jasa" melekat pada diri guru. Hentikan tindakan gabut atau mengajar demi mencari uang semata. Hentikan! Mengajar karena mengabdi pada negara, pasti nanti anak didiknya lebih berkualitas lagi.

Banyak profesi yang bisa kalian pikir sendiri bagaimana cara terbaik dalam mengisi kemerdekaan. Nah, berhubung gue nulis artikel di blog gue ini, bisa dibilang salah satu profesi sampingan gue adalah seorang blogger. Pertanyaannya, apa yang bisa dilakukan seorang blogger dalam mengisi kemerdekaan ini? Jawabannya bakal gue jelasin dalam poin-poin penting. Gue harap kalo kalian blogger Indonesia, juga berusaha melakukan hal yang sama.

  1. Menulis dengan hati. Sebagai blogger yang baik, seharusnya kita mulai mencintai apa yang kita lakukan. Nulis tidak dengan keterpaksaan atau harapan menjadi terkenal atau mencari uang semata. Tapi menulislah karena memang suka. Kalo nulis artikel blog didasarkan pada rasa suka, mungkin gak sih kita nulis hal-hal negatif?

  2. Buat artikel-artikel yang memotivasi dan menginspirasi pembaca. Gue nggak bilang kalo nulis artikel dengan tema lain itu dilarang. Nggak. Yang penting coba deh luangin satu atau dua hari dalam sebulan buat nulis artikel yang kaya akan manfaat. Bisa berupa pengetahuan baru, opini cerdas, artikel yang bisa menyemangati pembaca dan menginspirasi mereka untuk melakukan sesuatu yang berguna. Lumayan kan? Udah suka nulis, niatnya mulia, dapet pahala deh.

  3. Menggunakan bahasa yang baik dan benar. Yang baik dan benar bukan EYD. EYD itu sifatnya baku dan hanya digunakan pada suatu hal yang sifatnya resmi. Sebagai blogger yang lebih santai dengan orientasi 'yang penting dimengerti pembaca, dan bisa menginspirasi dengan cara yang benar' otomatis kita harus milih gaya bahasa yang mudah dicerna dan santai juga. Nah, tapi tetep harus dalam kadar baik dan benar. Jangan masukin bahasa-bahasa kasar misalnya, atau yang isinya menjelek-jelekkan pihak tertentu.

  4. Pembuktian diri. Jangan cuma keliatan keren di blog, tapi juga kehidupan di dunia nyata harus disesuaikan. Hal ini biar blogger yang bersangkutan nggak dinilai OMDO. Tunjukkin dengan tindakan, aktif menebar semangat di dunia nyata juga. Artinya, kita harus lebih aktif lagi melebur dalam komunitas dan menampilkan diri di hadapan semua orang.

  5. Mencetak prestasi hingga ke tingkat internasional. Yup, sebagai blogger kita juga bisa mengharumkan nama negara kita. Karena udah banyak bertebaran lomba-lomba blog berkualitas bersskala internasional. Ikutin deh dengan serius. Cetak prestasi yang banyak, buat negara lain tau kalo di Indonesia ini ada banyak banget blogger kece yang ngga cuma jago cuap-cuap, tapi juga cerdas dan kaya akan wawasan.

Sederhana kan? Yap, sederhana! Jadi tunggu apa lagi, Guys? Yok, mulai detik ini juga kita praktekin. Jadi blogger yang lebih baik lagi, yang menggabungkan unsur hobi menulis dan unsur berbagi ilmu. Pasti deh kitanya juga bakalan makin cerdas dan lebih diperhatikan sama dunia internasional. Lantas apakah menjadi blogger yang disegani dunia harus menulis artikel dengan bahasa Inggris? NO! Kita bisa pertahankan bahasa nasional kita dalam menulis blog. Karena dengan begitu sama aja kita melestarikan dan memperkenalkan bahasa kita ke mata dunia. Bahasa bukan halangan untuk maju. Tenang aja!

Kesimpulan tulisan gue kali ini adalah nggak jauh-jauh dari ajakan ke kalian semua biar lebih menghargai kemerdekaan negara kita. Cara menghargainya adalah dengan melakukan sesuatu yang bisa membantu pembangunan nasional agar menjadi maju dan lebih baik dari sebelumnya. Sumbangsih itu bisa dilakukan dengan banyak cara sesuai dengan profesi masing-masing. Bahkan kita sebagai blogger pun, bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat buat negara ini. Yok, gabung bersama Bloggers' Shout Out! < malah ngiklan. Wahahahaha.

Oke deh, sampe di sini dulu artikel kali ini. Sampe ketemu di postingan-postingan gue yang lainnya. Oh ya, sorry ya telat, tapi gue juga mau ngucapin Minal Aidin wal Fa'idzin, mohon maaf lahir dan batin kepada sobat blogger dan pembaca Creative Talks semuanya. Semangat ngeblog!

39 comments:

  1. MERDEKA !

    Optimis, indonesia bisa menjadi lebih baik hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ada kemauan, terus dibarengin sama usaha yang besar dan kesadaran diri yang tinggi, kepedulian terhadap sesama, gue juga optimis kok Indonesia bisa maju. :)

      Delete
  2. Tulisan lo bener-bener menohok walaupun santai, iya bangsa kita emang ga punya identitas huhuhu sedih :(
    oke karena sebagai blogger gue ikutan sarannya.
    yeee pak boss bso ikutan jugaaaak camnpaignnya ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, menohok di manany tah? Perasaan biasa aja ah... hahahaha... :D
      .
      Identitas bangsa kita itu sebetulnya ada loh, cuma anak sekarang jarang banget yg mau peduli. :)

      Delete
  3. Cuman mau kritisi beberapa poin.... :)

    You wrote: "Kalo nulis artikel blog didasarkan pada rasa suka, mungkin gak sih kita nulis hal-hal negatif?"
    I answer: Tergantung para pembacanya. Kita nulis, karena kita pengen nulis, pengen ngungkapin semua uneg2 kita tentang sesuatu,lalu bisa jadi, di telinga yang baca, tulisan kita malah terdengar negatif. Gue sering ngaleminnya. Menurut gue, nggak ada korelasi antara minat nulis sama konten negatif. Bagaimana juga kalau si penulis lebih minatnya nulis cerita2 saru? Kan banyak tuh bertebaran? Hehehe.. Atau ada juga penulis yang demen nulis tulisan yang di telinga pembaca sebagai sebuah kritikan (Seperti si Mr. S)


    You wrote: "Buat artikel-artikel yang memotivasi dan menginspirasi pembaca."
    I answer: Lagi2 tergantung si pembaca. Kita nggak bisa tau itu menginspirasi atau nggak, kalau nggak ada feedback-nya.

    You wrote: "Menggunakan bahasa yang baik dan benar."
    I answer: Kalau gue sih, asal nggak singkat2 kata dan banyak kata yang seringkali gue gak tau. Karna sering banget nemu blog yang mereka nulis disingkat2 dan pake bahasa yang gak gue ngerti. -_-

    Pengen deh bilang ke mereka: "Ayolah, lu lagi nulis blog; bukan lagi nuls SMS!"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini masalahnya bukan tentang tergantung pembaca brow... ini kan cuma beberapa poin yang bisa dilakukan blogger kalo emang pengen turut membangun negeri ini... kalo suka nulis yang saru, ya kurangin (kalo emang mau nebar isu positif di dunia maya area Indonesia). Kalo biasa nulis kritik ga bertanggung jawab dengan kasar dan sebagainya, coba dihentikan. Demi Indonesia, kan? Kritikan boleh banget loh, tapi kan tetep ada etikanya biar enak dibaca. :D

      Masih susah? Yah, memang kan buat memajukan sesuatu pastinya butuh pengorbanan... :P

      Delete
  4. MERDEKA!!! :)
    iyaa emang bener banget mas, gimana mau cinta indonesia nih kalo doyannya jiplak jiplak kebudayaan negara luar dan mungkin hal itu juga yg bikin apa yg kita punya di jiplak atau di ambil sama negara lain. miris banget :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... bisa jadi. Kalo budaya kita dijiplak marahnya bukan main, seolah-olah nunjukkin kalo doi cinta indonesia... padahal di rumah tontonannya boyben/girlben Korea... :D Nggak apa2 sih sebenernya, asal seimbang. Jangan terlalu terlarut dalam budaya luar... :)

      Delete
  5. Aksi nulis emang idealnya sesuai dengan aksi nyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali brow. Ayo DO MORE sambil TALK MORE... biar orang deket and jauh sama2 dapet manfaatnya... :D

      Delete
  6. bg Glen, kalo nulis karena 'suka', bisa aja loh si doi emang suka nulis yg negatif. cmiiw

    tapi bener, Indonesia ini emang belum punya jati diri yang jelas. (maksudnya, jati diri-nya kebanyakan + ga padu + ga ada yang terkenal)
    dan untuk ngebuat masyarakatnya bisa 'on' tentang masalah ini, itu sulit -_- kayak mancing di air keruh.. ga dapet-dapet ikannya, sekalinya dapet malah ikan piranha.hiy...

    Semoga blogger Indonesia termasuk agen perubahan yang positif.. amiinnn....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, you got the point... maksud gue sih lebih ke arah suka, yang sukanya pake hati nurani... jadi kan niatnya bakalan nulis yang positif... :D

      Gue aamiinin doanya... hahaha... :D

      Delete
  7. indonesia makin maju.. bloger makin yes..hee

    ReplyDelete
  8. Harusnya ada lomba 17an juga di dunia per-blog-an ya :D
    nggak cuma postingan aja, tapi juga dari design (template) blog de el el gituh. Kan pasti syeruu :D

    oya, salam kenal ya kak glen, aku perawancut baru di KK :3
    salam kancut ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener juga idenya... Catet ah, siapa taun depan gue minat jadi penyelenggara... :D

      Salam kenal Aini, met gabung KK juga yah... :)

      Delete
  9. keren-keren, kalo blog yg kayak gini bisa ikut gak http://dayscoganpos.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua jenis blog kalo niatnya udah positif semua bisa2 aja kok. :)

      Delete
  10. Permisi, bagus & kreatif. Lanjutkan terus kreatifitas, kunjungi http://pcahyono.blogspot.com/

    ReplyDelete
  11. Budaya plagiat atau jiplak memang susah untuk dihilangkan

    ReplyDelete
  12. saya yakin indonesia bisa jadi lbh baik

    ReplyDelete
  13. bagus gan artikelnya, teruskan kan gann

    ReplyDelete
  14. saya jadi termotivasi stelah baca artikel ini

    ReplyDelete
  15. nah blog yg ginian nih yg kece ..
    tp telat nemuin ni blog .. goog luck gan :)

    ReplyDelete
  16. Merdeka dirgahayu Indonesia semoga makin baik negara ini di kemudian hari :)

    Download drama Korea
    Download film HD

    ReplyDelete

Thanks ya, udah berkunjung ke Creative Talks Blog ini. Silakan meninggalkan komentar dengan tidak mencantumkan hal-hal yang berkaitan dengan SARA, flamming dan juga memojokkan pihak tertentu. Diharapkan juga untuk tidak meninggalkan link aktif pada badan komentar atau komentar tersebut akan langsung dihapus oleh admin.

Happy blogwalking and have a nice day!
Creative Talks Blog Creator - Glen Tripollo