CREATIVE SOCIETY

Sunday, November 18, 2012

PAHLAWAN BUKAN SEKEDAR UNTUK DIKENANG

Selamat pagi sobat blogger semua di mana pun kalian berada. Akhir-akhir ini rasanya Gue ngerasa susah banget nemu waktu and mood yang tepat buat mulai kembali ngupdate blog. But it's okay, coz Gue udah balik lagi menyapa kalian semua para pembaca setia Creative Talks Blog ini. Hehehe.

So, what's new? Bulan ini bulan November. Bulan yang identik dengan satu tema penting selain bulan Agustus. Tema apakah itu? Yak, bener banget kata mas-mas kumisan yang ada di pojok sana, bulan November itu identik dengan Hari Pahlawan. Walaupun secara resminya Hari Pahlawan itu cuma berlaku di satu hari, yaitu tanggal 10 November, tapi suasananya udah kerasa semenjak memasuki bulan November.

Nah, postingan Gue kali ini juga nggak bakalan jauh hubungannya sama tema kepahlawanan itu. Pahlawan bukan sekedar untuk dikenang. Setuju? Dikenang itu wajib, karena tanpa jasa-jasa mereka semua, mustahil saat ini kita bisa duduk damai di depan komputer masing-masing browsing sana-sini tanpa mikirin mara-bahaya yang bisa dateng menyerang kita kapan aja. Negara ini sudah terasa lebih aman dan tentram walaupun di beberapa daerah masih ada aja yang namanya konflik. Seenggaknya nggak seserem jaman dulu di mana nggak fokus sedikit aja siapa tahu mendadak kena peluru nyasar. Beruntunglah kalian semua, Nak!

Selain dikenang, diapain lagi dong? Ya, dicontoh dong! Jangan kayak mantan pacar, yang setelah nggak jadian tinggal jadi kenangan tapi nggak ada sedikit pun hal yang kalian pelajari darinya. Hidup ini penuh makna, baik yang sedang berlangsung, atau pun yang terjadi di masa lalu. Jadi, ya kalo pengen lebih baik lagi di masa depan kita harus bisa mencerna dengan baik dua faktor itu. Masa lalu dan masa kini. Walau gitu tetep sih ada aturan dan batasan-batasannya biar beneran bisa mendorong diri kita berkembang ke arah yang positif.

Oke, back to topic! Kepahlawanan. Apa sih yang dimaksud dengan pahlawan? Kalo Gue pribadi mengartikannya sebagai sebuah gelar yang khusus diberikan kepada siapa aja yang punya andil atau peran dalam memperjuangkan sesuatu berdasarkan kepentingan banyak orang dan tentunya dalam hal-hal yang positif. Jadi, bukan bagi dirinya sendiri aja melainkan juga bagi orang banyak. Nah, pahlawan yang dimaksud pada Hari Pahlawan itu ditujukan kepada para Pahlawan Nasional Indonesia, yang udah berjuang keras membanting tulang, berkorban nyawa, demi mengusir para penjajah dan menciptakan negara Indonesia yang merdeka seperti sekarang ini.

Pahlawan Nasional Indonesia adalah gelar yang diberikan bagi semua pejuang bangsa yang telah meninggal dunia dan berperan penting dalam suatu bidang apa pun yang berguna bagi bangsa dan negara. Entah itu secara fisik, secara politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya. Dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia selalu tercatat di dalam sejarah, apa-apa saja yang telah dilakukan olehnya demi bangsa dan negara ini terekap dengan baik oleh pemerintah sebagai bukti-bukti kuat atas kebenarannya perjuangannya.

Kalo kita muter balik waktu, di jaman penjajahan itu ada banyak banget manusia-manusia pemberani yang bermunculan. Semuanya membunuh rasa takut mereka, yang ada di pikiran mereka hanyalah gimana caranya berjuang untuk bisa bertahan hidup dan menciptakan suasana yang aman dan tentram di negeri sendiri tanpa gangguan dari orang-orang yang berasal dari negeri selain Indonesia. Tentunya niatan itu juga gak cuma dilakukan untuk dinikmati oleh diri sendiri, tapi juga semua orang yang tinggal di negara kita ini. Kebayang gak gimana kalo seandainya kita-kita ini yang hidup di jaman penjajahan tersebut?

Kalo kita lihat saat ini. Sebetulnya sudah banyak perkembangan terjadi di tengah-tengah masyarakat di negara Indonesia ini. Mulai dari perkembangan pola pikir rakyatnya, sampai juga ke teknologi pendukungnya yang sudah semakin canggih. Secara logika, perkembangan ini harusnya juga menghasilkan suatu sikap yang lebih sempurna lagi dibandingkan dengan sikap rakyat di masa penjajahan. Sayangnya, hal itu malah berdampak sebaliknya. Hal ini ya memang tak lain dan tak bukan karena kesalahan kita yang mengenang jasa para Pahlawan Nasional hanya sekedar mengenangnya saja. Menganggap mereka hebat, tanpa menarik satu pun pelajaran dari apa-apa yang sudah mereka semua lakukan.

Setiap Upacara Bendera di sekolah-sekolah, kantor-kantor milik pemerintah, selalu diadakan yang namanya Mengheningkan Cipta. Ada berapa orang yang bener-bener memanfaatkan saat-saat Mengheningkan Cipta untuk mendoakan para pahlawan kita di masa lalu? Ada berapa orang yang memanfaatkannya untuk memutar balik segala bentuk perjuangan mereka dan menarik banyak pelajaran dari mereka semua? Gue rasa Mengheningkan Cipta sering diartikan sebagai saatnya semua peserta upacara menundukkan kepala, tanpa memikirkan apa pun. Hanya menundukkan kepala saja dan menciptakan suasana yang hening. Jelas yang kayak begini salah kaprah banget namanya.

Semakin ke sini, maka kebiasaan itu pun bakalan semakin terlupakan, dan akhirnya nggak ada lagi yang bener-bener menghayati makna perjuangan para pahlawan di masa lalu. Pernah denger kan ungkapan, "Bangsa yang kuat dan besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya"? Nah, kalo kebiasaan kita untuk menghargai perjuangan pahlawan kita di masa lalu aja semakin lama semakin berkurang, selamanya negara kita nggak bakalan bisa maju loh.

Tetep berjuang walau cuma bermodal bambu runcing.
Sumber: Di sini

Ada banyak pelajaran sosial dan kepribadian yang bisa kita petik dari perjuangan para pahlawan di masa penjajahan. Di mana kalau pelajaran ini bisa kita terima dengan baik, kita pahami dengan dalam, dan juga kita terapkan semuanya dengan cara yang benar di masa kini, Indonesia bakalan jadi negara hebat dalam sekejap. Gak percaya? Ayo buktikan!

Apa aja pelajaran yang bisa kita petik dari perjuangan para pahlawan kita di masa lalu? Gue coba jelasin satu per satu berdasarkan pemahaman dan pemikiran diri Gue sendiri. Moga-moga bisa ngebuka mata kita yang nyaris aja melupakan jasa-jasa para pahlawan.
  1. Visioner. Tau kan apa itu visioner? Visioner itu sebutan bagi orang-orang yang memiliki pemikiran dan pandangan jauh ke depan. Intinya punya suatu tujuan dan cita-cita yang hendak dicapai dalam kurun waktu tertentu. Tanpa seseorang yang visioner, mustahil para pejuang kita bakalan bergerak melawan penjajah. Visi para pejuang di masa penjajahan adalah Indonesia yang merdeka. Dan demi menciptakan kondisi itu, mereka berjuang sampai titik darah penghabisan. Kebayang gak kalo sikap visioner ini dimiliki oleh semua orang di negeri kita ini? Dengan visi yang sama, pasti bisa saling bahu-membahu meraih tujuan positif di masa yang akan datang. Kenyataannya, saat ini orang-orang cenderung berpikiran dangkal dan pendek. Kebanyakan hanya memikirkan apa yang hendak dilakukannya hari ini, tanpa memikirkan akan seperti apa besok.

  2. Pantang Menyerah. Berapa kali kalian semua mengeluh dalam sehari? Berapa kali kalian semua merasa kesal menghadapi sebuah masalah yang tak kunjung bisa kalian selesaikan? Kadang-kadang orang memilih untuk segera memutar haluannya dan menghindari masalah itu karena dianggap sulit untuk dicapai. Sayang sekali, karena sikap seperti itu bukanlah sikap yang mencerminkan diri para pahlawan di masa lalu. Semua pejuang, bersama-sama pantang menyerah melawan penjajah. Kalo dipikir-pikir, orang Indonesia jaman dulu melawan penjajah yang bersenjata api menggunakan sebatang bambu runcing. Sebenernya ini jelas-jelas gak seimbang. Tapi apa yang ada di pikiran para pejuang? Mereka nggak menganggap hal itu sebagai threat yang bisa mematahkan semangat juang mereka. Selama ada kesempatan, mereka selalu memperjuangkannya. Tak ada waktu untuk mundur dan berubah haluan. "Merdeka atau Mati". Luar biasa bukan?

  3. Berani. Jaman penjajahan nggak ada yang namanya sosial media macem Facebook, Twitter, dan Google+. Coba deh liat jaman sekarang, di mana semua orang bisa saling ngobrol dan bertemu di dunia maya. Kebanyakan orang berani banget berkoar-koar di dunia maya, mengejek si A, mencaci si B, menjatuhkan si C, tapi tidak ketika kita ketemu langsung sama sang pelaku. Inilah yang disebut sebagai pengecut. Mereka berani berkoar-koar di dunia maya karena tahu tak ada bahaya yang mengancam fisiknya. Tapi, ketika berhadapan langsung, they just keep their mouth shut. Nggak ada sepatah kata pun yang bisa keluar. Beda banget sama pahlawan di masa lalu. Mereka semua berani dengan lantang berkoar-koar merendahkan penjajah dan mencanangkan peringatan keras kepada penjajah secara langsung di medan perang. Medan yang tentu saja menentukan nasib hidup dan matinya. Tapi, mereka nggak peduli. Mereka berani menunjukkan diri, berani menunjukkan kebenciannya secara langsung di depan muka para penjajah.

  4. Rela Berkorban. Perang itu massal. Dan solidaritas adalah hal yang paling utama. Kalo aja pas perang ada orang yang bersikap egois, maka habis sudah pasukannya. Mereka bakalan dengan mudah terpecah-belah. Solidaritas ini juga berkembang menjadi sikap rela berkorban demi orang lain. Misalnya ambil contoh kasus, si A menembak penjajah, penjajah marah dan mencoba menangkap si A. Tapi, si B datang dan menghadang penjajah hingga menyebabkan si B yang tertangkap. Si B sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, dia hanya titip pesan pada si A untuk terus berjuang dan pantang mundur. Si B telah rela berkorban demi keselamatan si A. Si B percaya kalau keselamatan A bisa berarti banyak bagi semua orang. Sekarang coba perhatikan kenyataan yang ada di sekitar kita. Ada berapa banyak orang yang menunjukkan sikap rela berkorban demi orang lain? Jangankan berkorban nyawa, berkorban sedikit saja demi seorang teman nggak dilakukan. Semuanya saling mencari-cari celah untuk saling menjatuhkan.

  5. Rendah Hati dan Tanpa Pamrih.Yang ini cukup trivial sih. Tapi kalo kita pikirkan dengan logika apabila kita hidup di masa penjajahan, apakah sempat bagi kita berjuang melawan penjajah sambil memikirkan balasan apa yang nantinya akan kita peroleh? Apakah pejuang di jaman penjajahan berjuang dengan tujuan ingin mendapatkan gelar pahlawan? Tentunya nggak bakalan. Apa yang ada dipikiran mereka saat itu murni hanyalah sebuah semangat untuk membebaskan diri dari para penjajah. Siapa yang peduli dengan gelar apa yang akan mereka dapatkan kelak. Mereka tidak ada waktu untuk memikirkan itu semua. Coba bandingkan dengan jaman sekarang. Banyak banget orang-orang yang kelihatan ingin menonjol dengan cara yang salah. Melakukan sesuatu yang berguna secara terang-terangan dengan harapan di-cap sebagai orang yang berkepribadian baik, atau senggaknya kepengen ngedapetin penghargaan dari orang lain. Jarang banget orang ngelakuin kebajikan secara cuma-cuma, biasanya selalu ada aja tujuan terselubung di baliknya. Tentu aja Gue nggak maksud nuduh kalian yak. Yaa, bisa juga memulai introspeksi kan biar kita nggak ikut-ikutan sama perilaku mainstream orang masa kini.

Nah, sekarang setelah kita semua tahu beberapa hal yang bisa kita petik dari bentuk perjuangan yang telah dilakukan sama pahlawan-pahlawan kita di masa lalu, semoga aja bisa jadi pelajaran untuk menempa diri kita jadi lebih baik lagi. Nggak perlu ikut berjuang lawan penjajah, tapi berjuanglah terutama bagi keluarga kalian sendiri, bagi masyarakat di sekitar kalian, baru deh ketingkatan yang lebih tinggi, demi negara Indonesia ini. Kalo aja kelima sifat dasar itu tertanam di setiap generasi muda yang saat ini ada, bukannya nggak munngkin beberapa tahun yang akan datang negara ini menjadi negara yang sangat maju dan disegani oleh banyak negara lainnya di seluruh dunia.

Mumpung masih suasana Hari Pahlawan di bulan November, ada baiknya kita merenungkan lagi apa-apa yang udah kita lakuin selama ini. Apakah udah cukup banyak hal-hal yang kita lakuin buat menghargai jasa para pahlawan kita? Kalo belum, ayo kita mulai dari sekarang! Jangan lupa juga kita doakan para pahlawan kita di masa lalu. Selalu berusaha dalam mempertahankan negara ini. Dengan cara itulah maka perjuangan mereka-mereka di masa penjajahan nggak bakalan terkesan sia-sia.

7th Bloggers' Campaign Project - Bloggers' Shout Out!

34 comments:

  1. Saya setuju sama statement yang satu ini: "Pahlawan bukan hanya sekedar tuk dikenang".

    Masa yang lalu kita jadikan pembelajaran ya gan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuu~ Belajarlah dari para pendahulu kita.. Jangan cuma bisanya enak-enakan aja... :D

      Delete
  2. Dari 5 pelajaran yang lo sebutin bang.
    menurut gue, gak semua tertanam di generasi muda saat ini.
    contoh :
    - Mungkin dia berani, tapi ujung2 nya entar minta persenan.
    - Mungkin dia bisa memikirkan jauh ke depan, tapi saat rencana yang dilakukannya gagal, dia langsung nyerah.
    Bener-bener susah menerapkan semuanya di hati para generasi muda.
    salam solid.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap benar... memang sulit untuk memiliki kelima sifat dasar itu tanpa kesadaran diri yang kuat... :D Jadi intinya sih pertama-tama adalah niat kuat yang ditanamkan dulu di pribadi masing-masing.

      Delete
  3. iya nih... anak-anak zaman sekarang emang beraninya cuma berkoar di dunia maya. giliran di dunia nyata gak berkutik, gak seperti pahlawan yang berani. setuju banget sama tulisannya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang2 yang berani berkoar-koar di dunia nyata malah cuman sekedar tong kosong nyaring bunyinya. Hehehehe... :D

      Thanks udah mampir ya... ( >__O)b

      Delete
  4. andai setengah saja dari pemuda-pemudi indonesia memiliki 5 sifat di atas. Menuju Indonesia yg maju dan berkembang bukan sekedar angan kembali..
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah seandainya... seandainya... :D
      Tapi Gue yakin kok suatu saat nanti pasti ada masa di mana Indonesia bisa berkembang sampe ke tahap itu. Semua cuma butuh seorang penggagas dan penggerak yang mampu mengarahkan rakyatnya ke arah yang positif... :D

      Delete
  5. berjuang kawan.. :D
    ada baiknya selalu meninjau visi setelah menentukannya.
    arahkan sesuai kehendak yang Maha Berkehendak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup masukan yang bagus. Selain bersikap visioner, kita juga harus pertimbangkan baik buruknya visi itu... jangan sampai malah bertentangan dengan norma2 yg berlaku... :D

      Delete
  6. Berkat pahlawan saya bisa browsing dengan santai tanpa takut terkena peluru nyasar . .. *tsaaah kibas kerudung :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkww... tapi tetep waspada ya, soalnya suka ada virus nyasar juga... Dinyalain firewallnya... :D

      Delete
  7. Andai saja Gw memiliki kelima sifat tersebut, Gw pasti bakalan jadi Generasi Pahlawan INDONESIA O,O

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha... jadi generasi baru penerus perjuangan para pahlawan. Ayo tanamkan sifat-sifat itu. :D

      Delete
  8. Bener banget bang Glen. Gak kayak pemuda-pemudi jaman sekarang, kalo jaman dulu mah emang perjuangan banget dan mereka pun (para pahlawan) berkorbannya bener2 sungguh2, tulus ikhlas, demi kehidupan anak cucunya (kita-kita ini) di masa depan (masa sekarang) Lahh.. sekarang, kita yang tanpa perjuangan mereka gak mungkin bisa seenak hidup merdeka kayak gini. Malah hidup bergayaan, koar-koar di dunia maya, gengsi tinggi, jiwa kepahlawanan udah mulai dilupakan. Thanks info yang kelima sifat pahlawan ntu :)) nambah pengetahuan lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, muda mudi sekarang kebanyakan udah terlalu biasa hidup serba enak. Mau ini tinggal minta, itu tinggal minta... jadi ya, ga ada deh semangat juangnya... :D

      Delete
  9. Pahlawan nasional itu pasti mereka yang memperjuangkan bangsa ini sampe merdeka.
    secara luas, menurut gue nih ya.. ha ha
    pahlawan adalah ibu kost gue, yoi... Kalo tanggal tua dia sering ngasih makanan ke gue sob.
    kalo gak gue mati kelaparan :P pahlawan banget itu :P
    nice post :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwwkkkwkw... itu bisa juga dibilang pahlawan sob... masalahnya si ibu kost tetep nuntut doi bayar kost tepat waktu gak? XD

      Delete
  10. Semoga kita sebagai generasi penerus bisa selalu menjadikan semangat jiwa juang para pahlawan sebagai spirit motivation dalam sehari hari. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Uwogh kalo itu beneran terjadi, kemajuan bangsa bukan lagi sekedar khayalan... :D

      Delete
  11. rupanya untuk punya sifat kepahlawanan itu butuh perjuangan, pantang menyerah, tanpa pamrih, tanpa mengeluh haduh...semangat menyongsong masa depan tanpa menyerah ;)

    ReplyDelete
  12. Jadilah pahlawan masa depan, dengan menghargai dan belajar dari para pahlawan kemerdekaan Indonesia juga para pahlawan disekitar kita yang terus berjuang dan rela berkorban.

    Tulisan mantaf..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Pandi. Semangat juang di masa lalu itu kalo terus ditanamkan di dalam pribadi masing2 orang masa kini pasti bakalan bikin negara ini jadi negara yang bener2 hebat.

      Delete
  13. bener banget deh, pahlawan harus kita beri penghargaan juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi, yuk mulai sekarang tempa diri seperti para pahlawan di masa lalu... :D

      Delete
  14. kasihan ane ngeliat pahlawan zaman dulu yang sekarang berjuang mencari nafkah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, harusnya pahlawan yang sampe skrg masih hidup dipelihara sama negara, dikasih uang pensiun yang menyejahterakan hidup mereka. Ini sih sampe ada veteran perang yang tinggal di kolong jembatan. Kasian banget... :(

      Delete
  15. Sejaraha bangsa ini saja, menurutku, agak buram. Banyak yang ditutupi dan nggak jelas. Seperti G 30 s/PKI, supersemar, dan masih banyak yang lainnya. Bahkan Soekarno saja baru sekarang dianugerahi gelar pahwlawan. Para veteran terabaikan. Hmmm.....

    -_-"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memang sih. Kalo mau bicara teori konspirasi di Indonesia ini banyak dan luas banget sebetulnya. Begitu juga dengan teori konstipasi #eh

      Yang penting kan perjuangannya. Dengan segala hal yang minim, berani menentang penjajah yang teknologinya udah beberapa level lebih canggih.

      Delete
  16. kalo anak muda yang sekarang gimana ya? kalo di suruh belajar aja sudah kayak gitu . . .
    gimana punyak sifat sifat kayak gitu. tapi menurutku juga gak semuanya kok. mari berjuang anak muda Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, makanya, sejak masih dini mesti dilatih sama orang tuanya biar gedenya jadi berjiwa patriot... :D Minimal yang generasi sekarang ngga bisa, ya generasi penerusnya bisa... :D

      Delete
  17. Pahlawan zaman sekarang mungkin bukan cuma iron man sama spiderman ya =D tapi juga orang-orang yang berjasa buat pendidikan. Yaitu guru kita sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul... Tapi jaman sekarang guru aja kebanyakan ngajar dengan pamrih... Udah dapet gaji agak tinggi eh kerjanya tetep aja males2an... Gue sering nemu kasus guru yg ngajar asal-asalan di sekolahnya dan cenderung gabut pas jam pelajaran... -_-

      Delete

Thanks ya, udah berkunjung ke Creative Talks Blog ini. Silakan meninggalkan komentar dengan tidak mencantumkan hal-hal yang berkaitan dengan SARA, flamming dan juga memojokkan pihak tertentu. Diharapkan juga untuk tidak meninggalkan link aktif pada badan komentar atau komentar tersebut akan langsung dihapus oleh admin.

Happy blogwalking and have a nice day!
Creative Talks Blog Creator - Glen Tripollo