CREATIVE SOCIETY

Saturday, June 30, 2012

POTENSI FILM HOROR DI INDONESIA

Met malem, Guys! Sorry banget udah lama nggak ngupdate blog ini. Soalnya, kemaren-kemaren banyak banget kesibukan di dunia nyata yang mesti Gue jalanin, belom lagi Gue lagi dilanda semangat yang gila-gilaan dalam hal nulis cerita fiksi bergenre fantasi. Kalo penasaran sama tulisan fiksi Gue bisa liat di sini ya.

Lanjut! Jadi gini, Gue sebetulnya bahagia banget bisa dilahirkan, hidup, dan bertumbuh di Indonesia. Begimana nggak? Negara ini bener-bener kaya budayanya, kaya hasil buminya, kaya juga kreatifitas dari sumber daya manusianya. Termasuk ke dalamnya kekayaan legenda. Di setiap daerah pasti punya yang namanya legenda yang biasanya nyeritain asal-muasal suatu tempat, kejadian, atau bahkan sebuah benda.

Sebut aja legenda Tangkuban Parahu, yang secara logika memang terkesan absurd banget, ngedepak perahu raksasa sampe tengkurep dan POOFF!! jadilah gunung. Tapi, ya begitulah, tetap aja ini adalah salah satu contoh dari kekayaan yang dimiliki bangsa kita ini. Saking kayanya bangsa ini, bahkan dari segi mistis aja bisa beragam banget hantu-hantunya. Hantu-hantu ini ada yang sifatnya nasionalis ada juga yang masih seneng mangkal di lokalisasi. Eh, maksudnya masih terkenal di daerah-daerah tertentu aja di Indonesia, belum mencakup seluruh Indonesia.

Kalo kita sering nonton film barat, pasti sebetulnya jenis-jenis makhluk mistis yang kelihatan cuman itu-itu aja. Sebut aja Drakula (Vampire versi Bram Stoker), Vampire (dengan segala bentuknya, mulai dari yang blink-blink ala Edward Cullen, sampai Vampire tingkat rendah yang bisa terbang dan beringas, ada juga Werewolf, yaitu sosok manusia biasa yang terkena kutukan. Jadinya, tiap ketemu bulan purnama, yang bersangkutan bakalan berubah wujud jadi serigala. Selain itu, ada juga legenda macem Bloody Mary yang katanya bisa menghantui siapa aja yang ngucapin namanya tiga kali di depan cermin. Dan yang dulu pernah jadi film hits misalnya aja Mummy. Sekelompok mayat yang diawetkan, dikasih perban, terus karena suatu sihir tertentu jadi idup. Mirip-mirip lah sama sodaranya si Zombie dengan berbagai macam versinya.

Tapi, ya cuma begitu aja. Kadang film horor barat itu malah menampilkan sosok hantu yang betul-betul imajinatif, jadi di negaranya sendiri belom tentu ada, cuma karakter fiktif dari sebuah film, misalnya di film Insidious, John Carpenter's Vampire, atau The Exorcist Saga.

Coba bandingkan dengan hantu-hantu legenda dari Indonesia. Jumlahnya amat sangat banyak dan beragam. Ini salah satu keunggulan dari negara kita ini. Yang Gue tau ada beberapa hantu nasional yang saat ini lagi naik daun dan namanya sering banget muncul di bioskop-bioskop. Sebut saja pocong dan kuntilanak. Jaman dulu juga pernah ada hantu Pastur Jeruk Purut, tuyul, and jelangkung. Belom lagi yang mendadak terkenal lewat sosial media dan juga udah berhasil dibuat film, seperti Nenek Gayung.

Di beberapa daerah di Indonesia juga ada legenda seperti Nyi Blorong and Nyi Roro Kidul. Di Bali ada Leak, belom lagi kolor ijo, genderuwo, si Manis Jembatan Ancol, hantu Terowongan Casablanca dan banyak banget yang lainnya, yang emang punya legenda resminya tersendiri.

Gue sempet bikin thread diskusi di salah satu grup blogger di Facebook, yang isinya pertanyaan tentang negara mana yang kalo bikin film horor paling serem. Ternyata, kalo dibikin ranking hasilnya sebagai berikut :
  1. Thailand : 60%
  2. Jepang : 28%
  3. Indonesia : 12%
Wah, ternyata Thailand adalah negara penghasil film horor terseram di dunia menurut pendapat kebanyakan orang. Kok bisa ya? Padahal jenis hantu di Thailand itu terbatas loh. Kalo pernah tau film Thailand yang judulnya NangNak, di sana sebenernya tampilan hantunya hampir mirip sama Kuntilanak di negara kita loh. Tapi, kenapa ya kok filmnya bisa jadi serem banget gitu? Bukannya Indonesia juga sering bikin film yang nampilin kuntilanak? Oke, Gue udah merangkum beberapa pendapat yang datengnya dari kepala Gue sendiri, alasan kenapa film horor Thailand bisa sukses bikin merinding penontonnya. Ini berdasarkan beberapa film horor Thailand yang udah Gue pernah Gue tonton.
  1. Pemilihan setting yang cerdas. Yap, salah satu bagian terpenting dari film adalah pemilihan setting. Setting yang serem bakalan meningkatkan adrenalin semenjak hantunya belum muncul. Misalnya aja seting di tengah hutan deket pedesaan terpencil yang minim lampu, atau di dalem gedung bioskop? Pokoknya sampai sekarang, film yang sukses bikin ketakutan adalah yang settingnya remang-remang dan banyak benda-benda aneh. Dan film horor Thailand kebanyakan memang sangat memperhatikan masalah setting.

  2. Akting artisnya lebih spontan dan natural. Kejadian di dalam film layaknya kejadian sehari-hari yang direkam dan dibuat dalam bentuk cerita. Dari mulai adegan ngobrol sampe ekspresi ketakutan artis-artisnya sangat natural. Nggak keliatan dibuat-buat dan nggak kaku. Ini jelas bisa menghipnotis penonton biar ikut ngerasain apa yang dirasain sama sang artis di film tersebut.

  3. Cerita yang terfokus dan konsisten. Yap, kebanyakan film Thailand dan beberapa film Asia lainnya (selain Indonesia tentunya) punya nilai lebih dalam hal penggarapan cerita. Biasanya, film-film mereka sangat terfokus dan terarah. Nggak dilebih-lebihin dan nggak dikurang-kurangin. Pokoknya masih dalam batas kewajaran sebuah film horor. Lagipula ceritanya lebih jelas mau apa dan bagaimana mau diakhiri. Jadi, lebih enak untuk diikuti karena opening sampe ke ending bener-bener diplot dengan baik.

  4. Make up hantu yang meyakinkan. Nah, mungkin ini yang jadi andalan film-film Thailand. Yaitu, make-up artist yang begitu seram. Gue ngebayangin hantu di film Coming Soon yang mukanya serem abis. Padahal nggak ada adegan gore yang implisit, tapi make up itu betul-betul bikin suasana mencekam bagi siapa aja yang liat.

  5. Backsound yang menakutkan. Ciri khas dari film horor itu adalah backsound yang bikin perasaan jadi meringis ngedengernya. Biasanya nadanya nggak terlalu ribet, dan kadang juga pake orchestra. Ah, entahlah dalam beberapa sudut dengar (ceilah, bahasa Gue) musik klasik juga bisa jadi mencekam loh. Ya, tergantung penggarapannya dan pemanfaatannya di dalam film.

Yap, yang punya ciri-ciri di atas emang nggak cuman film Thailand, tapi juga film horor mancanegara. Coz, walaupun Thailand terkenal dengan film horor paling serem, ngga berarti juga negara lain nggak punya film seremnya sendiri.

Nah, sekarang gimana dengan film horor yang ada di Indonesia? Gue ngebayanginnya aja udah merinding. Bukan merinding gara-gara takut yah, tapi merinding ngebayangin masa depan film horor di Indonesia. Kalau dilihat dari segi hantu-hantunya, Indonesia emang nyeremin dan beragam. Tampilan kuntilanak dan pocong di poster-poster film horor Indonesia juga menakutkan, terlebih ada hiasan darah dan efek-efek gelap. Tapi, ada beberapa hal yang Gue sayangin banget nih. Film horor di Indonesia bisa dikatakan 80% dari total keseluruhannya nggak bermutu. Kenapa bisa nggak bermutu? Nih, alasan Gue :
  1. Di saat orang barat mulai mengurangi adegan panas di setiap film-film horor yang mereka buat, Indonesia justru malah sedang berlomba-lomba menampilkan adegan panas di dalam film horornya.

  2. Miskin kreatifitas. Padahal hantu yang ada di Indonesia ini sangat beragam, tapi kenapa yang diangkat ceritanya cuma yang itu-itu aja? Gue rasa ini jadi mubazir. Banyak banget legenda horor lain yang belom pernah diangkat ke dalam sebuah film. Selain itu alur cerita yang ditawarkan juga cuma itu-itu aja. Sekalinya ada yang pengen bernuansa beda, eh, ujung-ujungnya malah niru film luar negeri. Contohnya "Terekam" yang niru abis "Paranormal Activity".

  3. Sekarang ini daripada dibilang murni horor, kebanyakan malah menampilkan komedi cabul yang sama sekali ngga sehat buat generasi penerus. Lagipula saat ini pihak bioskop jarang banget ada yang strict sama aturan umur. Film berlabel dewasa juga dengan mudahnya ditonton sama remaja SMP sampe SMA. Padahal rating dewasa di Indonesia itu setara dengan 21 tahun ke atas. Ini sedikit beda dengan Eropa, Amerika, dan Jepang yang rating dewasanya setara dengan 18 tahun ke atas.

  4. Artis dan aktornya murahan. Terbukti dengan aktingnya yang rata-rata standar banget, malah mendekati buruk. Ekspresi yang dibuat-buat, kelucuan yang dipaksakan, dan (sorry) nyatanya saat ini kebanyakan artis yang nampang di film horor cuma artis-artis yang hobi banget jual diri. Ngga perlu Gue sebutin nama artis-artisnya, kalian juga pasti tau kok. Lagipula yang sering mejeng di film horor kebanyakan ya itu-itu aja.

  5. Penggunaan judul film yang terdengar cabul dan nggak masuk akal. Katakanlah "Pacar Hantu Perawan", "Rintihan Kuntilanak Perawan", "Suster Keramas", "Hantu Puncak Datang Bulan" dan judul-judul lainnya yang tentunya mengundang pikiran-pikiran mesum buat siapa aja yang baca. Gue bilang ini namanya ambang kehancuran perfilman horor di Indonesia. Di mana mereka menjual sesuatu yang berbau mesum daripada horornya sendiri. Gue berani bertaruh kebanyakan orang (terutama cowok) pasti nonton film horor Indonesia bukan karena ngejar horornya, tapi lebih ke rasa penasaran ngeliat artisnya beradegan panas. Gue sih nggak pernah nonton film horor Indonesia, karena udah ilfeel duluan sama judul dan posternya.

Kalo diliat-liat lagi, ternyata kelima poin di atas itu isinya hampir sama. Intinya adalah cabul, mesum, dan porno. Inilah yang lagi banyak berkembang di pikiran para crew film. Mungkin mereka berpikir kalo orang Indonesia itu piktor semua sampe-sampe menganggap menjual sesuatu dengan bau-bau porno bakalan membuat produknya laku dipasaran. SALAH! SALAH BESAR! Apa yang kita liat adalah apa yang kita pelajari. Anak-anak melihat dan belajar. Jadi, selain obsesi crew di bidang perfilman untuk meraup banyak keuntungan, harusnya sih mikirin juga dong yang terbaik bagi generasi penerusnya kelak.

Satu per satu bintang film panas dari berbagai negara diundang untuk main film horor Indonesia. Apalagi coba yang mereka rencanain selain meracuni anak muda Indonesia? Sebetulnya yang begini harus diperangi. Gue juga rada heran sih kenapa lembaga perfilman di Indonesia masih aja ngasih izin film-film sampah begini tembus bioskop-bioskop lokal dan nasional. Mungkin pengen juga kecipratan keuntungan. Mungkin.

Nah, bicara soal judul yang lagi Gue bahas, gimana sebetulnya potensi film horor di Indonesia ini? Diliat dari segi sinematografi, desain grafis, dan lighting, semuanya udah sangat-sangat mendukung dan oke punya. Mungkin ada beberapa hal yang mesti diperhatikan buat generasi baru pembuat film di Indonesia nantinya. Jadi, kalo kalian yang baca ini termasuk salah seorang calon crew dari sebuah proyek film di masa mendatang nanti harap perhatikan saran Gue ini :
  1. Masalah judul. Tahukah kalian kalo judul yang nggak menampilkan nama si hantu itu sendiri bakalan bikin lebih penasaran. Gue cukup salut dengan film horor lokal yang berani ngasih judul nama tempat dan nggak nampilin hantu apa yang ada di dalam film itu. Seperti, "Rumah Dara", "Perfect House", "Terowongan Casablanca", dan macem-macem judul lainnya. Menurut Gue, judul tersebut lebih kreatif daripada sekedar "Pocong ini kenapa", "Kuntilanak ini begimana". Lewat judul yang kreatif juga bisa bikin calon penonton menduga-duga isi ceritanya, dan akhirnya penasaran sendiri.

  2. Masalah skenario, isi cerita dan plot. Coba dong diperbaiki semuanya. Hilangin adegan-adegan porno. Hilangkan candaan-candaan sarkastik, nggak lucu, dan juga cabul di dalemnya, pokoknya hentikan segala bentuk pelecehan seksual terhadap kaum wanita. Mulailah jual film yang mengatasnamakan kualitas. Buat isi cerita yang kreatif, plot yang bagus dan nggak asal-asalan, serta NILAI MORAL yang ada di dalamnya. Yap, kebanyakan anak bangsa melupakan pentingnya nilai moral dalam sebuah karya, akhirnya menjadikan karya-karya tersebut cuman seonggok sampah yang nggak ada manfaatnya.

  3. Masalah akting. Gue nggak tau gimana cara kerja seorang sutradara, koreografer, dan lain-lain yang terlibat di dalam pembuatan film. Tapi yang jelas, tolong dong perhatikan akting artis-artisnya. Harus bisa senatural mungkin, dan kalo emang masih kaku ya dilatih sampe bisa sempurna. JANGAN GARAP FILM ASAL JADI! Dari segi sinematografi juga harus diperhatikan seninya, jangan cuman asal sorot karena bisa bikin efek norak. Contohnya film yang asal sorot adalah SINETRON DI TIPI.

  4. Masalah setting. Dari trailer-trailer yang sering Gue liat, film horor Indonesia itu kebanyakan ngambil setting di tempat-tempat seperti rumah sakit, kamar, kamar mandi, dan tempat-tempat lainnya yang biasa. Padahal Indonesia ini luas, banyak banget tempat-tempat lain yang bisa dijadikan setting keren. Harus Gue akuin Indonesia emang belom punya studio film sekaliber Warner Bros, Universal Studio, atau pun Paramount Pictures. Tapi, nggak berarti ini mengurangkan kualitas film-film yang kita punya. Hutan-hutan di Indonesia banyak loh. Makanya Gue salut sama "Modus Anomali" yang ngambil setting nggak biasa dengan sinematografi A+.

Gue rasa hal-hal di atas aja yang pengen Gue sampein. Intinya, perkembangan perfilman di Indonesia dari segi pengelolaan, sinematografi, sound effect, lighting, dan bahkan backsound udah amat sangat bagus. Hei, jujur Gue suka sama psoter film "Nenek Gayung" dan "Kuntilanak Saga". Posternya "Suster Keramas 2" juga oke, sayangnya judul nggak mendukung. Tinggal memajukan kualitas isi cerita, akting, dan hal-hal lainnya. Ingat, Indonesia negeri yang sangat kaya. Beragam banget segala sesuatunya. Sayang kalo nggak dimanfaatin maksimal.

Gue bakalan nunggu sampe perfilman (terutama film horor) di Indonesia makin berkembang ke arah yang positif dan lebih baik lagi. Kalo udah baik kan jadi nambah tuh referensi hiburan keluarga yang aman dan berkualitas, dan tentunya ada nilai pembelajarannya juga.

Sampe di sini dulu deh update Gue, udah panjang banget. Hehehe. Sampe ketemu di postingan Gue selanjutnya. Jangan lupa untuk selalu "Be Positive, Think Innovative, and Keep Optimist" okay! Salam blogger!

58 comments:

  1. yap glen, aku setuju banget.
    film horor thailand emang serem banget, makanya aku suka. kalo film horor indo kebanyakan cuma mikir industri dan industri, kualitas dinomor duakan. makanya mereka berlomba2 nampilin adegan panas yang bikin penikmat film kayak gitu tertarik. selain itu, itu bisa bikin film2 itu jd buah bibir. selain itu, kalo di indo banyak yang latah, yang satu bikin film model begitu, yang lain ikutan cuma poles2 dikit aja :(

    berharap banget generasi kayak kita bisa berkarya dan membenahi negri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara berpikir yg egois sebenernya kalo mereka mentingin pendapatan pribadi aja tanpa mikirin imbas buruknya bagi generasi muda di masa yg akan datang...

      Padahal bisa kok ngeraup untung gede dengan cara yg lebih positif...

      Delete
  2. bener bgt tuh, skrg film horor Indonesia kebanyakan jadi film porno terselubung sampe2 bintang porno Jepang di bawa ikut main film di Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, betul itu... Udah gitu ketahuan banget yak siapa2 aja artis Indonesia yang jadi bintang porno terselubung itu... :))

      Delete
  3. Setuju. Wihii cerdas deh pemikiran bang glen ini. Semoga produser2 film pada baca. biar film horor yg mereka buat lebih "berbobot" :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Semoga pada baca...!! Biar bisa perbaikin kenyataan buruk di dunia perfilman horor Indonesia...

      Ayo semua yg baca share artikel ini yak... Siapa tau ada yg temennya produser film...

      Delete
  4. UP bang glen :) ane setuju sama pendapat Indonesia lebih mementingkan adegan cabul2 tsb. Menurut gue sih mereka ingin menarik penonton sebanyak-banyaknya dengan trik itu. Namun hasilnya malah begini, nggak kreatif lagi judul ya itu-itu aja kalo nggak pocong ya kuntilanak, kasian kan mereka jadi malu gara-gara perfilman Indonesia yang seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, memang itu kok alesannya... mereka nyari jalan pintas biar bisa dilirik banyak orang... kesel gak sih kalian tanpa sadar sebetulnya udah dicemooh sama produser film bahwa penonton Indonesia itu rata2 otaknya pada cabul..?

      Delete
  5. Stuju kak Glen!! Apalagi dngr judul "Kuntilanak Kesurupan" masa hantu ksurupn ama ssma hntu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wekekeke... salah satu judul fil horor yang konyol menurut Gue. Itu yang bikin antara dodol atau kurang kerjaan... ckckck...

      Delete
  6. apaapun bentuknya, aku cuma berharap semoga kedepannya film film yang ada di indonesia itu bisa lebih bersifat mencerdaskan penontonnya. gak cuma film kosong yang gak ada manfaatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga aja generasi penerus bidang perfilman punya pemikiran yg sama dengan mas Ridwan ini... Jadi makin lama makin berkualitas dan berkelas... :)

      Delete
  7. Produksinya terkesan buru2 banget ntu bang -__- Totalitasnya kurang bgt ntu pilem2 horor Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, keliatan banget kok... Kayaknya sih buru-buru juga gara2 terbatasnya biaya... Dari biaya produksi rendah, pengen nyoba menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya... ya jadinya ngaco begitu deh... :D

      Delete
  8. Setuju banget bang Glen...
    Film horor indonesia hampir semuanya ada adegan panasnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makanya mendingan gak usah ditontonlah... ngga guna juga... :V

      Delete
  9. Kritikus banget lo, Glen! Jadilah anggota DPR~!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... Thx sob... tapi Gue ngga tertarik terjun ke dunia politik kenegaraan... :D

      Delete
  10. bener banget. dan film thailand sukses bikin gue teriak-teriak berdua malem-malem, padahal itu cuma nonton coming soon loh. trus yang 4bhia juga, durasinya dikit tapi tetep serem hiiiiih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh ciee teriak berduanya sama siapa tuh? #salahfokus
      wakaakakaka... Btw, setuju banget Gue sama film Coming Soon. Seremnya ngga nahan... :D

      Delete
  11. ia bener banget. .
    dikit yang bener-bener horor. .susah nyarinya. .

    tapi lumayan kreatip loh orang indonesia. .
    contohnya kuntilanak yang berevolusi jadi putri duyung. .sumpah gak jelas ==

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wekekeke... Itu mah bukan kreatif... tapi kemunduran... Yang bikin film nggak nyari referensi mendalam sih tentang asal muasal kuntilanak yang sebenernya... Makanya mulai pada ngaco... Mana ada kuntilanak perawan? kuntilanak duyung, dan sebagainya... hadeh... -__-

      Delete
  12. iya bener! emang kenyataannya temen-temen cowok gue juga nonton horor bukan karena penasaran sama setannya tapi sama adegan hot-nya. film horor mesum juga bikin artis-artisnya (especially cewek) dilecehkan di dunia nyata. contohnya si nikita mirzani tuh yang dilecehkan sama joko anwar (sutradara modus anomali) lewat tweetsnya. btw penasaran sama film modus anomali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, ya begitulah (untung Gue nggak pernah tuh nonton horror Indonesia yg udah ada isyarat2 mesum di dalemnya).
      Soalnya, artis kalo punya harga diri pasti bakal pikir 2x kok sebelum terjun ke dalam produksi film horor ngaco macem gitu, dan dilecehkan di dunia nyata salah sau akibat dari pemikiran mereka yg gak panjang itu.

      Btw, Modus Anomali belom nonton nih. Padahal dapet penghargaan sampe ke Korea yak?

      Delete
  13. kritikus banget deh buat bang glen :D
    ternyata film indo itu gak seram, melainkan "fulgar"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha... ya itu yg bikin serem brow... "vulgar"nya itu... :D

      Delete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini setannya dikutipin harusnya.... banyak film horor ngga apa2 kok asalkan punya kualitas... :D

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Yap, untuk genre lain memang udah mulai ada titik terang dan kemajuan... makanya nggak gue bahas di sini... :D

      Delete
  15. bener bgt kak glen, film horor indonesia makin ga jelas sekarang -___-
    ga berbobot, org2 tertarik nonton cuma karna bakal liat paha-dada aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal kalo mau liat paha dada mah mendingan ke Kent*cky Fried Chicken aja ye... udah gitu bisa dinikmati sepuasnya lagi (selama budgetnya ada)... :))

      Delete
  16. ada lo bg glen, tapi cuma satu, film Indonesia yg horror

    tau hi5teria ngga?

    film nye emang kumpulan film pendek, dari seluruh mitos indonesia
    kalo ngga salah, ada kisah wayang dari jawa, sama palasik dari sumatera barat!

    nah, kalo yg ini baru nih namanya film horror.
    ngga ada tuh kayak di kiefci, paha dada paha dada

    tapi sayangnya, film bermutu seperti itu, kurang dapet tempat dihati masyarakat,

    nah, masalahnya sekarang!

    sebenarnya, yang salah yang bikin film apa penikmatnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo menurut Gue sih sebetulnya gini loh...
      Sesuatu yg bagus pasti tertutup oleh keburukan yg setitik...

      Nah, untuk kasus film horor, teralu banyak pilihan yang mesum, jadinya yg bagus ngga keliatan...

      Siapa yg salah? Tentu pihak pembuat film, distributor dan marketer.. Kenapa juga film yg ngaco banyak digembar-gembor sama marketernya, sedangkan yg bagus2 kurang begitu dipromosiin, akhirnya ngga laku karena banyak juga yg ga tahu...

      Ya memang sebaiknya berantas dulu yg payah, biar pola pikir penonton bisa terbebas dari racun...

      Delete
  17. film horor tahun 80-an kayak punyanya Suzana itu serem kak, walaupun make up pada zaman itu terbatas, tapi timing, sound, dan kemunculan hantu pas banget.
    Jangan2 produser film maunya untung doang dari mainnya artis2 panas (lokal maupun built up).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo tahun 80-an kisah romance yang kebanyakan porno. Dan beberapa film Suzanna juga ada kok beberapa yang menampilkan kevulgaran. Kalo gak salah di cerita Nyi Roro Kidul ada adegan yang nyorot topless beberapa cewek yg berperan sebagai jin di dunia bawah laut.

      Delete
  18. Dari judul film biasa emang buat kita trkesan aja,, tapi isinya cuma itu2 aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya isinya mah sama-sama aja... cuman paha-dada ala KFC aje... Ngga ada kreatifnya... -___- mubazir banget skill crew-nya yang bisa bikin cinematografi mantab...

      Delete
  19. Saya pernah liat film horor Thailan yang kepala bisa terbang-terbang itu loch, ntah judulnya apa... yang jelas menurut saya mah biasa aja gak terlalu wah-wah amat... masih mending film-film horor kita zaman dulu tahun 80 atau 90-an.. zaman-zamannya Susana itu... hehehe....

    kalo film horor Indonesia sekarang mah betul tuh udah banyak yang dicampur adukkan dengan MESUM... bikin otak-otak orang Indonesia tambah mesum aja... hehehehe.... jadi males nontonnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha... :D Kepala terbang? Wah belom nonton Kang sayah... coba ah nanti ngubek2 film... :D
      Film horo jaman Susana emang serem kang, tapi masih suka ada sisipan aegan panas juga loh. Cuman karena di Tipi kayaknya banyak yg disensor deh jadinya... :D

      Delete
  20. keren keren..
    iya bener, kalo seandainya pocong sama kuntilanak nonton, mereka mungkin bisa marah sampe demo di depan kantor dpr. mereka gak se-mesum itu!!

    bener juga film thailand serem, sya prnah nnton d tv, pas bgt lagi adegan seremnya, tiba-tiba hantunya kkeluar dan saya pingsan kejang2, sejak saat itu gak pernah nonton film thailand lagi.keterlaluan -_-

    moga-moga ada kemajuan di perfilm horror-an indo.dan semoga nama baik kuntilanak kembali, karna sekarang dia gak berani keluar saking malunya.harga dirinya udah diinjek2 sama film2 horror.kasian.padahal dia lebih sopan daripada anak abg rata2 jaman sekarang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. *LOL*
      Btw, setuju kalo dibilang kuntilanak lebih sopan daripada abg jaman sekarang. Wong kemana2 pake daster putih panjang... XD

      Delete
  21. Bener banget.... Jarang banget ada film2 horror yang settingnya out door.... Kalo soal film horror lokal terseram, gue pilih Psikopat.. Itu serem banget cuuuy, dan gak ada unsur setan2an... Yang kedua Bangsal 13 sama Mirror... Sisanya, gakada gereget. Sepertinya ada konspirasi untuk melakukan pembodohan dengan memasukan unsur 'ranjang' di scene per scenenya... :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya dari segi hantunya udah serem, sayang cerita yg membungkusnya itu ngga bagus... Klo gue pribadi sih demennya Jelangkung and Tusuk Jelangkung. Ceritanya masih punya fokus yg jelas... :)

      Delete
  22. hi bang Glen salam kenal, kebetulan gw juga salah satu penikmat film horor dan juga concern sama masa depan film horor Indonesia yang secara potensi sebetulnya bisa lebih bagus dari Thailand. Hal ini lah yang membuat gw memutuskan untuk menjadi seorang penulis skenario horor/thriller yang sampai sekarang masih berjuang meyakinkan produser-produser yang "pintar' itu untuk berani berspekulasi dengan cerita yang lebih cerdas dibanding mengikuti selera pasar, mungkin kala bang glen berminat kita bisa sharing ide untuk mengembalikan film horor Indonesia ke jalan yang benar, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ada penulis skenario di sini... :D Gue juga nulis sih, tapi cerpen/novel... gak ngerti cara bikin skenario... tapi tawarannya boleh juga nih... ( >__O)b

      Yok, majuin filem horror Indonesia!

      Delete
  23. tambah satu lagi ,, film horor indo juga mengagetkan, juga kadang ada yang gak jelas ceritanya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tipikal brow... :)) Sampe skrg masih dikit perkembangannya ke arah yg lebih baik.

      Delete
  24. info menarik mas, dan saya suka artikelnya nie dan juga salam kenal, sekalian bagi yg mau download film box office terbaru,horor,action ada info menarik nie, silakan kunjungi situsnya ok, makasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2, salam kenal juga ya... Thanks sudah berkunjung and membaca artikel ini... :D

      Delete
  25. gan ada referensi film horor yang serem abis gk??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Film horor yg serem abis? Wah ngga tau juga deh, soalnya Gue kebetulan paling tahan sama kesereman di film horor... :| Coba cek di IMDB.com aja sob... :D

      Delete
  26. pertama Thailand dan kedua Korea :) itu pilihanku sampai saat ini. nonton film horror itu bikin stres hilang hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha... yap bener. Gue juga penikmat horor soalnya. Tapi sayang saat ini lebih banyak nonton horor karya luar negeri, soalnya yaaa gue masih belom percaya aja gitu sama kualitas cerita horor dalam negeri saat ini... :)

      Delete
  27. idih... malem-malem bahas horror...
    bikin takut ke kamar mandiiii >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... thanks for comin' lain kali komennya pakai nama asli yak... :)

      Delete

Thanks ya, udah berkunjung ke Creative Talks Blog ini. Silakan meninggalkan komentar dengan tidak mencantumkan hal-hal yang berkaitan dengan SARA, flamming dan juga memojokkan pihak tertentu. Diharapkan juga untuk tidak meninggalkan link aktif pada badan komentar atau komentar tersebut akan langsung dihapus oleh admin.

Happy blogwalking and have a nice day!
Creative Talks Blog Creator - Glen Tripollo